Profil Luis Milla Sang Mantan Pelatih Timnas Indonesia

Profil Luis Milla

Sebelum kalian membaca artikel dengan berjudul Profil Luis Milla Sang Mantan Pelatih Timnas Indonesia, kami ada info buat kalian yang gemar bermain Situs QQ Online bisa berkunjung dan bermain ke Situs QQ Online.

Memiliki nama lengkap Luis Milla Aspas, seperti yang diketahui pria berkebangsaan Spanyol ini merupakan mantan pelatih timnas Indonesia. Selain menjadi pelatih timnas, ternyata Luis Milla juga pernah menjadi pemain dari klub Real Madrid dan Barcelona. Ingin tahu lebih lanjut profil Luis Milla? Simak lebih lanjut artikel di bawah ini, ya!

Profil Singkat Luis Milla Aspas

Lahir pada tanggal 12 Maret 1966 di Teruel, Spanyol. Anak dari Maria Aspas ini, tercatat pernah bermain untuk tim Barcelona pada tahun 1984 sampai 1990 dengan catatan dua gol. Selepas dari Barcelona, Luis mulai bergabung dengan Real Madrid dan pernah mencetak tiga gol, sepanjang karirnya di klub tersebut.

READ  Ini 5 Pemain Liverpool yang Beragama Islam

Bergabung dengan Real Madrid selama tujuh tahun dari 1990 sampai 1997, Luis memutuskan untuk hijrah ke Valencia sebelum akhirnya memutuskan untuk pensiun sebagai pemain pada tahun 2001.

Karir Sebagai Pelatih Timnas

Luis Milla, memulai karirnya sebagai pelatih timnas Indonesia pada tahun 2017. Ternyata, Indonesia merupakan negara di Asia kedua yang pernah dijamahnya sebagai seorang pelatih. Karena sebelumnya, Luis pernah datang ke Asia untuk melatih klub Uni Emirat Arab, Al-Jazira.

Pada awalnya, Luis diproyeksikan melatih timnas senior, namun akhirnya merangkap sebagai pelatih timnas Indonesia U-23 untuk Asian Games 2018. Bisa dibilang, Luis Milla dikenal sebagai sosok yang bersahabat dan membumi kepada para pemain timnas.  Hal tersebut terbukti, karena seringkali Luis mengunggah foto kebersamaannya dengan anak-anak Garuda Muda di sosial media.

Gaji Selangit Selama Melatih Indonesia

Kira-kira, berapa sih gaji seorang Luis Milla sebagai pelatih timnas? Kabarnya, gaji Luis saat menjadi pelatih timnas, setara dengan gaji pelatih Inggris! menurut beberapa media, PSSI dibuat pusing untuk membayar gaji tersebut. PSSI bahkan harus merogoh kocek sebesar Rp.2 miliar untuk membayar Luis. Dan nilai tersebut harus diberikan setiap bulannya.

READ  Profil Shin Tae-yong: Pelatih Sepak Bola Indonesia Asal Korea Selatan

Meskipun bayarannya selangit, Luis ternyata belum banyak mempersembahkan piala untuk timnas, namun Luis bisa dibilang membawa perubahan yang cukup baik bagi para Garuda Muda Indonesia. Bahasan mengenai profil Luis Milla selanjutnya akan lebih menarik lagi! lanjut baca ya!

Alasan Berhenti Melatih Timnas

Setelah kurang lebih satu tahun menjadi pelatih timnas, Luis akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan kontraknya dengan PSSI untuk melatih timnas Indonesia lagi. Banyak kabar miring berhembus soal alasan Luis tidak lagi memperpanjang kontraknya dengan PSSI.

Luis dikabarkan berhenti karena alasan tunggakan gaji. Saat itu, PSSI digandang-gandang memiliki tunggakan sekitar Rp.6,9 miliar. Namun, tentunya saat ini semua masalah tersebut sudah diselesaikan oleh kedua belah pihak.

READ  Daftar Pemain Juventus yang Hengkang Awal Musim Ini, Ada Pemain Top Dilepas Gratis

Menjadi Komentator Selepas Melatih Indonesia

Selepas dari timnas Indonesia, Luis dikabarkan bekerja sebagai komentator pertandingan sepak bola. Timnas Indonesia adalah tim terakhir yang dilatih oleh pria asal spanyol tersebut. Luis menyukai pekerjaannya sebagai komentator, karena bisa berdebat dan menganalisis pertandingan sepak bola. Tapi tentu saja, hal yang Luis inginkan saat ini adalah kembali melatih.

Kini, Luis berharap ada tim yang mau memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk kembali menjadi seorang pelatih. Dan tujuan utamanya adalah melatih tim di Spanyol. Semoga saja sang mantan pelatih timnas Indonesia ini dapat kembali melatih sebuah tim setelah pandemi berakhir.

Itu tadi adalah profil Luis Milla. Sang mantan pelatih timnas Indonesia. Semoga saja setelah pandemi ini berakhir, Luis dapat kembali melatih sebuah tim seperti yang dia katakan. Terima kasih karena telah bersedia membaca artikel ini sampai selesai. Semoga para pembaca semua selalu diberikan kesehatan.

You May Also Like

About the Author: Peter Man